Uji Coba Drum Seeder Skala Kecil di Tualang, Tekankan Penyesuaian Saprodi dan Kebutuhan Petani
Uji coba lanjutan penggunaan alat tanam drum seeder kembali dilaksanakan di Kelurahan Tualang, Kabupaten Serdang Bedagai. Pada kegiatan kali ini, digunakan drum seeder dengan ukuran yang lebih kecil guna meningkatkan kemudahan operasional di lapangan, khususnya pada kondisi lahan yang lebih sempit dan variatif. Modifikasi ukuran alat ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas lebih bagi petani dalam proses tanam, tanpa mengurangi efektivitas jarak tanam yang telah dirancang dalam sistem PM-AAS.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan), Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA dan Kapoksi Pendampingan BRMP Sumut Dr. Khadijah EL Ramija, S.Pi., M.P. Dalam arahannya di Kelurahan Tualang, beliau mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan di tingkat petani serta menekankan pentingnya adaptasi teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa penyesuaian terkait skema pemberian subsidi sarana produksi (saprodi) serta mekanisme pembagian hasil panen dalam program PM-AAS. Ia menegaskan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar dapat menyelaraskan kebutuhan riil petani ke dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga dukungan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Selain pelaksanaan uji coba di Kelurahan Tualang, tim juga melakukan koordinasi lanjutan di Desa Sei Buluh. Dalam kegiatan tersebut, kembali ditekankan pentingnya sinergi antara BRMP, Dinas Pertanian, petani dan penyuluh dalam mendukung implementasi program PM-AAS. Di Desa Sei Buluh, Dr. Haris Syahbuddin juga menyampaikan bahwa ke depan akan dilakukan kajian oleh Tim BRMP untuk membandingkan hasil budidaya metode konvensional petani dengan sistem PM-AAS, sebagai upaya memperoleh data ilmiah yang lebih komprehensif.